15, Jun, 2019
Orang dungu di mata Maurizio Sarri

Orang dungu di mata Maurizio Sarri

London (ANTARA News) – Lugas berkata taktis bertindak, demikian skema andalan dari seorang pelatih berkebengsaan Italia manakala seseorang ingin disebut sebagai pribadi yang paripurna dalam putaran roda kehidupan.

Dia pelatih Chelsea yang melabel orang dungu bagi sosok pribadi atau kelompok yang doyan melontarkan kata-kata bernuansa rasis di ajang sepak bola. Ya, Maurizio Sarri secara blak-blakan mengobarkan kampanye untuk memberantas rasisme di laga sepak bola.

“Perangi rasisme sekarang juga”, demikian seruan Sari ketika merespons ujaran kebencian berbau rasis yang dilontarkan fans Chelsea dalam laga melawan Watford.

The Blues menang 2-1 atas Watford dalam laga Liga Inggris pekan ini. Hanya saja kemenangan itu bukan alasan untuk melonatarkan kebencian kepada pihak lain, inilah yang hendak ditegaskan oleh Sarri.

Sejumlah orang diketahui melantunkan seruan dan teriakan bernuansa rasis dalam laga Boxing Day di Vicarage Road. Ini yang memicu keprihatinan Sarri.

Peristiwa serupa pernah dilakukan fans Chelsea pada Desember lalu. Ketika itu, pemain depan Manchester City Raheem Sterling dicemooh bahkan dicerca oleh fans the Blues dengan kata-kata bernada rasis.

Baca juga: Sarri kutuk aksi rasisme terhadap Sterling

Baca juga: Raheem Sterling tuduh surat kabar Inggris picu rasisme

Peristiwa itu justru terjadi di Stamford Bridge, dan badan sepak bola Eropa (UEFA) kemudian melakukan penyelidikan atas kasus itu.

“Pertama-tama, saya ingin bicara dengan klub yang saya asuh. Kedua, saya tidak menyamaratakan begitu saja, karena 99 persen fans kami telah berperilaku sopan dan tertib di stadion.”

“Dalam setiap komunitas sepak bola, saya beranggapan bahwa ada saja mereka yang berperilaku dungu. Dengan begitu, tugas kita bersama memerangi orang-orang dungu itu agar tidak mengulangi perbuatannya. Ini artinya, tidak perlu juga memerangi para fans Chelsea,” kata Sarri sebagaimana dikutip dari laman Sport 360.

Pewarta: AA Ariwibowo
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018