16, Sep, 2019
Persiapan Sriwijaya FC terhambat

Persiapan Sriwijaya FC terhambat

Palembang (ANTARA News) – Persiapan Sriwijaya FC di babak 32 besar Piala Indonesia 2019 kurang maksimal karena terhambat sebagian besar pemain rekrutan baru belum bergabung, padahal tim berjuluk Laskar Wong Kito itu akan bertanding pada leg pertama, Rabu (30/1) di Palembang.

Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan di Palembang, Jumat, mengatakan kondisi ini cukup memprihatinkan karena sejumlah pemain yang sudah menyatakan kesediaan bergabung justru belum datang di latihan perdana pada Kamis (24/1) sore.

“Maunya saya pemain sudah lengkap di latihan kemarin karena waktu sudah mepet, tapi ternyata dari 20 pemain yang kami rekrut, yang datang hanya 10 orang saja,” kata Hartono.

Sebagian besar pemain beralasan masih memiliki sejumlah urusan, seperti sejumlah pemain yang berstatus anggota TNI dan belum mendapatkan dispensasi.

Kemudian, para mantan pemain SFC yang masih bergabung dalam kegiatan Alex Noerdin Cup di Lubuk Linggau, dan pemain musim lalu yang tidak diketahui alasannya mengapa tidak mengikuti latihan perdana 2019 ini.

Karena itu, latihan perdana hanya diikuti sembilan pemain eks PON Sumsel.

Dengan kondisi yang serba terbatas itu, Hartono terpaksa hanya memberikan latihan penyegaran fisik dan games setengah lapangan.

“Saya berharap para pemain yang telah direkrut segera bergabung. Tim ini perlu ada games, sehingga saya bisa menentukan pemain yang akan dipasang di posisi tertentu, hingga kini saya masih banyak yang belum kenal dengan pemain ini,” kata dia.

Meski dengan persiapan tidak maksimal, Hartono yang menjadi asisten pelatih Alfredo Vera pada musim lalu tetap optimistis menapaki babak 32 besar ini.

Adanya dukungan dari mantan pemain seperti Ambrizal, Mahyadi Panggabean, Bobby Satria, Musafri, dan lainnya diharapkan dapat memacu semangat tim ini yang telah ditinggalkan sejumlah pemain andalan setelah terdegradasi ke Liga 2.

“Target saya, ya ingin memberikan kejutan. itu saja,” kata Hartono.

Sriwijaya FC ditinggalkan mayoritas pemainnya setelah tim ini terdegradasi ke Liga 2, seperti Marckho Meraudje, Zulfiandi, Esteban Vizcarra, Teja Paku Alam, Alberto Goncalves, Yu Hyun Koo, Syarian Abimanyu, Samuel Cristianson, dan Nur Iskandar

Klub asal Sumatera Selatan ini hingga kini masih dalam proses pembenahan internal dan penyiapan RUPS PT Sriwijaya Optimis Mandiri, setelah pemilik saham dan sekaligus Direktur Utama PT SOM Muddai Madang menyatakan mundur dan menyerahkan surat mandat ke Herman Deru (Gubernur Sumsel) untuk mengurus proses penjualan saham dan pengelolaan manajemen.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019